Buku yang membuat saya berpikir sepenting apakah hidup saya untuk orang lain.
The Five People You Meet In Heaven oleh Mitch Albom
Eddie,seorang kepala maintenance di taman hiburan Ruby Pier, dipertemukan oleh 5 orang setelah dirinya meninggal dunia akibat tertimpa sebuah wahana yang rusak di Ruby Pier ketika ia berusaha menyelamatkan nyawa seorang gadis cilik. Orang-orang yang ditemuinya tidak hanya orang yang ia kenal dekat tetapi ada juga orang yang tidak dikenalnya sama sekali tetapi setidaknya ia pernah menemuinya sekali di hidupnya. Dan disaat itulah semua pertanyaan-pertanyaan di hidupnya akhirnya terjawab yang akhirnya mengubah pandangannya tentang hidup yang telah ia lalui.
Membaca buku ini membuat saya berpikir, siapakah orang-orang yang menunggu saya di akhirat nanti. Apakah sebegitu pentingnyakah saya sehingga mereka rela menunggu saya di akhirat hingga hari kematian saya?
Saya bukan tipe orang yang banyak membaca buku spiritual, entah kenapa saya masih merasa hal seperti itu, seperti buku-buku spiritual yang banyak saya temui berserakan di lapak-lapak pedagang buku bajakan tidak begitu menarik perhatian saya. Tapi buku ini,entahlah, menjadi buku yang paling cepat saya baca sampai saat ini(maksud saya,setelah saya mulai bekerja 4 tahun lalu). Dan membuat saya berpikir tentang seberapa pentingnya saya untuk orang lain. Mungkin jika saya ada di posisi sebaliknya, maksud saya, jika saya ada di posisi menunggu orang-orang yang saya anggap penting di kehidupan saya,mungkin saya akan memberikan setumpuk lembaran-lembaran A3 pada Tuhan yang berisi nama-nama orang yang akan saya tunggu setelah kematian saya. Orang-orang yang akan saya beritahu seberapa pentingnya mereka di hidup saya. Damn! bahkan saat saya menulis ini saya mulai berpikir, mengapa saya harus lakukan itu saat saya mati, mengapa tidak saat ini,saat saya hidup dan mereka masih bisa mendengarkan dan mencerna kata-kata saya dengan mudah. Kenyataannya adalah saya terlalu pengecut untuk menyampaikannya secara lisan, atau mugkin saya terlalu sombong untuk mengakui kepada mereka bahwa mereka adalah makhluk-makhluk paling penting yang pernah Tuhan ciptakan untuk saya.
Baiklah,mungkin sampai saat ini saya tidak tahu seberapa penting hidup saya untuk orang lain,atau mungkin sampai nanti,sampai waktu yang saya tidak tahu kapan.Tapi mereka (my parents,my sisters,my cousins,my nephews,my whole family,my friends(bahkan yang mungkin sudah lupa nama saya sekalipun),my boyfriend), meskipun kemungkinan besar mereka tidak akan membaca ini,saya ingin mengatakan bahwa keberadaan mereka di kehidupan saya saat ini adalah alasan mengapa hal-hal di hidup saya bisa terjadi,semua saling berhubungan,dan semuanya penting untuk terjadi. Baik atau buruk. Toh hidup memang berputar seperti bianglala, kadang-kadang kita mendapatkan pemandangan bagus saat putarannya membawa kita ke puncaknya,lalu turun setengah putaran, dan kadang kita di bawah. Lalu pada waktunya putarannya akan berhenti dan mengharuskan kita untuk turun dari kabinnya,karena waktu kita untuk berputar sudah selesai.
saya baca buku ini! :). inspiratif dan membuat saya makin berpikir esensi diri saya dan kehidupan itu sendiri.
ReplyDeletehe'emh.. saya sebenernya sebelumnya lebih penasaran sama buku Mitch Albom yang Have A Little Faith, waktu itu nyari dapetnya malah yang ini hehe..
Deletebtw, saya suka foto2 hasil jepretan kamu :), 'berisi' hehe.. :):):)